• KMP PNUP

    Kerukunan Mahasiswa Pinrang Politeknik Negeri Ujung Pandang.

  • KMP PNUP

    Kerukunan Mahasiswa Pinrang Politeknik Negeri Ujung Pandang.

  • PLOD 2018

    Pengenalan Organisasi Daerah Mahasiswa Baru Angkatan 2018.

  • Seminar Pendidikan

    Seminar Pendidikan yang diselengarakan di gedung PKK Kabupaten Pinrang .

  • SOSIALISASI 2019

    Sosialisasi Di Sekolah SeKabupaten Pinrang.

  • SOSIALISASI 2019

    Sosialisasi Di Sekolah SeKabupaten Pinrang.

Friday, 5 June 2020

KMP PNUP MELAWAN COVID19

Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh.
Salam bersahabat melebihi keluarga.

Sebagai respon dalam mengurangi penyebaran covid-19 di Kabupaten Pinrang. Maka kami PHO KMP PNUP akan melakukan pembagian masker di beberapa Pasar Rakyat di Pinrang. Yang insyaa allah dilaksakan pada :

1. Pasar Cempa :
Jumat, 05 juni 2020 Pukul : 08.00 WITA
2. Pasar Pekkabata :
Jumat, 05 juni 2020 Pukul : 08.00 WITA
3. Pasar Kariango :
Jumat, 05 juni 2020 Pukul : 08. WITA

bagi kakak/teman sekalian yang ingin ikut dalam kegiatan pembagian masker bisa menghubungi kontak dibawah ini.
- @⁨Nurul Harianti⁩  (pasar cempa)
- @⁨Rezky Ramadhani⁩ (pasar pekkabata)
- @⁨Kmp Umam⁩ (pasar Kariango)

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Wassalam

Prosedur Pembagian Masker
1. Orang-orang yang membagikan masker wajib untuk menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
2. Masker diberikan kepada orang yang teridentifikasi tidak memakai dan tidak memiliki masker di area pembagian.
3. Sebelum menyerahkan masker, diharuskan utk terlebih dahulu memberitahukan prosedur pemakaian masker kain.
4. Untuk menghindari adanya perkumpulan, orang yang membagikan masker kain diharap tidak berteriak ataupun melakukan sesuatu yang bisa memancing perhatian orang banyak.

Berikut dokumentasi kegiatan kemanusian pembagian masker Kmp Pnup.


Pasar lansrisang

pasar leppangang

Pasar kampung jaya




Makassar 6 juni 2020
KMP PNUP
Haeruddin Syams
Share:

Thursday, 7 May 2020

Profile The Greatest Woman " Zohra Andi Baso "




Profile The Greatest Woman " Zohra Andi Baso "


     Zohra Andi Baso Lahir di Labakkang, Sulawesi Selatan, 17 April 1952. Dia adalah aktivis perempuan Indonesia asal Sulawesi Selatan. Dia merupakan kandidat penerima Nobel Peace Pize 2005 bersama 977 perempuan dari 153 negara.

    Zohra Andi Baso adalah figur aktivis perempuan paling berpengaruh di Sulawesi Selatan. Dirinya sudah berkecimpung di dunia aktivisme sejak masih menempuh studi perguruan tinggi di Universitas Hasanuddin, sekaligus ikut serta dalam unjuk rasa Reformasi 1998 yang berujung pada lengsernya Soeharto.

    Di sela-sela kesibukan menjadi wartawan (1975-2001), Zohra mendirikan Forum Pemerhati Masalah Perempuan Sulawesi Selatan (FPMP-SS) pada tahun 1996 serta membangun Koalisi Perempuan Indonesia sejak 1999. Tugas utamanya yakni advokasi kepada khalayak umum serta para penegak hukum untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Zohra turut mendorong partisipasi perempuan dalam partai politik sekaligus menjadi legislator, agar mereka bisa memperjuangkan kepentingan perempuan lewat cara pembuatan kebijakan ramah gender. Perda Sulsel No. 9 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan (Trafficking) Perempuan dan Anak lahir dari usulannya bersama organisasi non-pemerintah dan LSM perempuan lain.





Sumber : Wikipedia
Supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan 
Share:

Monday, 4 May 2020

Profile the Greatest Woman " Emmy Saelan "


Profile the Greatest Woman " Emmy Saelan "



   Emmy Saelan, lahir di Malangke, Luwu, Sulawesi Selatan, 15 Oktober 1924. Meninggal di Makassar, 23 Januari 1947 pada umur 22 tahun. Ia adalah salah seorang pejuang wanita dan Pahlawan Nasional Indonesia.

    Emmy Saelan, demikian ia dikenal, seorang pejuang perempuan dari Sulawesi yang gugur di medan perjuangan di kasi-kasi dekat kota Makasar pada tahun 1947. Sejak muda, Emmy Saelan tak sudi bekerja sama dengan Belanda. Suatu kali, pernah ia berkesempatan menggunakan posisinya sebagai perawat untuk melepaskan para pejuang yang ditawan Belanda. Sebuah tindakan yang berbahaya namun ketakutan pun diterobosnya agar para pejuang tersebut bebas. Pada bulan Juli 1946, ia menggabungkan diri dengan pasukan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi atau LAPRIS di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo yang meneruskan perjuangan gerilya di hutan-hutan. 

    Di laskar Harimau Indonesia, Emmy berperan memimpin laskar perempuan yang sekaligus juga bertugas di palang merah. Kulitnya yang putih membuat dia mendapat nama sandi "DaĂ©ng KĂ©bo’. Kala itu, 23 Januari 1947, Emmy memimpin 40 orang bertempur di Kampung Kasi Kasi. Dari 40 orang yang dipimpin oleh Emmy, hanya 1 regu yang bersenjata api, lainnya masih menggunakan senjata tradisional  Pertempuran itu sendiri dikoordinasikan oleh Wolter Monginsidi yang sedang berada di Kampung Tidung.





Sumber :  Wikipedia
Supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan
Share:

Thursday, 23 April 2020

Profile The Greatest Woman " Opu Daeng Risadju "



Profile The Greatest Woman " Opu Daeng Risadju "




    Lahir dengan nama Famajjah adalah pejuang perempuan sekaligus Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan. Opu Daeng Risaju adalah gelar bangsawan di Kerajaan Luwu. Lahir di Palopo pada 1880 dari pasangan Muhammad Abdullah To Baresseng dan Opu Daeng Mawellu, ia menikah dengan Haji Muhammad Daud kemudian pindah ke Parepare. Opu wafat pada tanggal 10 Februari 1964. Ia dimakamkan di perkuburan raja-raja Lokkoe di Palopo. 

    Pada tahun 1927, Opu memulai karir organisasi politik dengan menjadi anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) cabang Pare-Pare. Dari keaktifannya sebagai anggota, Opu kemudian terpilih sebagai ketua PSII Wilayah Tanah Luwu Daerah Palopo pada tanggal 14 Januari 1930.  Dalam masa kepemimpinannya di PSII, Opu berjuang dengan agama sebagai landasannya. Karena perjuangannya, ia mendapat simpati dan dukungan yang besar dari rakyat.

  Opu juga aktif pada masa revolusi dimana Opu dan pemuda Sulawesi Selatan juga berjuang melawan NICA yang kembali ingin menjajah Indonesia. Karena keberaniannya dalam melawan NICA, Opu menjadi buronan nomor satu selama NICA  di Sulawesi Selatan. Akhirnya Opu pun tertangkap di Lantoro sehingga ia dibawa ke Watampone dengan berjalan 40 km. Akibat penyiksaan dari Belanda dan Ketua Ditrik Bajo saat itu, ia menjadi tuli dan dijadikan tahanan luar.





Sumber : Merdeka.com
Supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan
Share:

Monday, 13 April 2020

Profile The Greatest Woman " Martha Christina Tiahahu "


PROFILE THE GREATEST WOMAN
" MARTHA CHRISTINA TIAHAHU "


Lahir: 4 Januari 1800, Hindia Belanda
Meninggal: 2 Januari 1818, Laut Banda
Kebangsaan: Indonesia
Monumen: patung di Ambon, Maluku; patung di Abubu
Penghargaan: National Hero of Indonesia

   Martha Christina Tiahahu tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang putri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam Perang Pattimura tahun 1817,  Peperangan besar itu terjadi di Ulath di Pulau Saparua. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya.

   Dalam peperangan itu, Martha berhasil mengobarkan semangat pasukan perang perempuan yang ia pimpin. Peperangan itu juga menjadi yang pertama kali bagi Belanda menghadapi pasukan perempuan yang begitu fanatik. Bahkan, salah satu pasukan perempuan itu berhasil membunuh Richemot, seorang pemimpin pasukan Belanda.





Sumber : wikipedia
Supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan

Share:

Monday, 6 April 2020

Profile The Greatest Woman " Colliq Pudjie"


Intelek Penggerak Zaman :
Retna Kencana Colliq Pujie 
(Arung Pancana Toa Matinroè ri Tucaè)
1812-1876

    Colliq Pujie adalah wanita bangsawan berdarah Bugis-Melayu yang lahir pada abad ke-19 di Tanete Barru, Sulawesi Selatan. Perannya dalam menentang kekuasaan belanda mengakibatkan ia harus diasingkan ke Makassar. Di tengah pengasingannya itulah Colliq Pujie bersama dengan BF Matthes seorang peneliti asal Belanda menyalin naskah I La Galigo di atas kertas selama 20 tahun.
      Salah satu jasa Colliq Pujie yang tak bisa terlupakan adalah salinan tangannya tenyang La Galigo sebanyak 12 jilid yang kini tersimpan di perpustakaan Universitas leiden, Belanda. La Galigo ini merupakan lokal genius, intelektual public yang dimiliki oleh orang-orang Bugis dan diakui banyak ahli sebagai karya dengan kualitas penulisan yang baik. Ia juga menciptakan Aksara Bilang-bilang, digunakan sebagai komunikasi rahasia dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.








Sumber : sulselsatu.com 
supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan 


Share:

Tuesday, 31 March 2020

Profile The Greatest Woman " Bunda Teresa"


Anjezë Gonxhe Bojaxhiu (Bunda teresa)
Lahir  pada tanggal 26 Agustus 1910 Uskup, Kosovo Vilayet, Kekaisaran Ottoman (yang modern Skopje, Republik Makedonia) dan
 meninggal pada 5 September 1997  di Kalkuta, Benggala Barat, India di umur 87. 

Bunda teresa adalah salah satu perempuan terkenal di dunia Internasional dengan pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Dimana sampai pada kematiannya tercatat dalam sejarah bahwa ada 610 misi yang telah ia jalankan di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Pemerintah, organisasi sosial dan tokoh terkemuka telah terinspirasi dari karyanya.




supported by : Departemen Pemberdayaan Perempuan
Share:

Thursday, 12 March 2020

Bahas Urgensi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0, Kerukunan Mahasiswa Pinrang PNUP Gelar Seminar


MataKita.co, Makassar – Kerukunan Mahasiswa Pinrang (KMP) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sukses mengadakan seminar pendidikan di Aula SMKN 01 PINRANG, Selasa 25/02/2020.
Kegiatan ini mengusung Tema “Urgensi pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0”
Ketua Panitia, Aldi fitra menyampaikan bahwa pendidikan penting untuk berkembang mengikuti perkembangan zaman .
“Kami mengangkat tema ini dengan maksud untuk menyampaikan tentang pentingnya pendidikan, karna dengan pendidikan kita lebih mudah mengerti dan mengikuti zaman yang terus berkembang khususnya di era 4.0” ujar Aldi fitra, selasa 25/02/2020.
Lebih lanjut, Ketua Umum KMP PNUP, Rudianto mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan guna mengubah paradigma siswa agar mereka memiliki semangat guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Oleh karena itu, Pihak Pemerintah yang diwakili oleh Asisten I Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah Pinrang akan senantiasa mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, kehadiran pihak pemerintah kab.Pinrang dalam kegiatan pada hari ini menjadi bukti bahwa kami sangat mengapresiasi kegiatan yang disenglenggarakan KMP PNUP” ujar Bapak Aswadi
Dalam acara tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Baharuddin Iskandar S.Pd, M.Pd) turut hadir sebagai pembicara ya sebagai pembicara I yang menguraikan tentang peran dan urgensi pendidikan bagi Masyarakat, kemudian dilanjutkan oleh salah satu Alumni Seoul National University South Korea, bapak Irfan Syamsuddin ST,PG.Dipl.BEC,M.Com.ISM, PH.D sebagai pembicara II yang menjabarkan terkait Revolusi 4.0.
Sumber : Matakita
Share:

Kunjungan Budaya KMP PNUP Periode 2019-2020

Kegitan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Kubudayaan KMP PNUP. Melakukan kunjungan ke Soraja Sawitto beserta diskusi bersama Datu Sawitto, Ym. Paung Bau Sawerigading











Share:

Saturday, 16 February 2019

KMP PNUP Gelar Sosialisasi dan Seminar Pendidikan

Seminar Pendidikan KMP PNUP

Pendidikan merupakan Suatu Hal yang urgent bagi kehidupan, karena Melalui pendidikan, seseorang mampu mengembangkan diri dan mengetahui banyak hal, Akan tetapi pendidikan tidak hanya menyangkut hal-hal yang berkenaan dengan pengetahuan dan terampilan saja, tetapi juga menyangkut akhlak dan nilai moral seseorang


Seminar Pendidikan KMP PNUP

Sadar akan hal itu Maka kami dari Kerukunan Mahasiswa Pinrang Politeknik Negeri Ujung Pandang ( KMP PNUP ), Mengadakan Seminar Pendidikan ini dengan Tema “Penguatan Pendidikan Dalam Membangun Daerah”, Adapun materi pertama yaitu URGENSI PENDIDIKAN yang di bawakan oleh Bapak Abdul Wahid Nara, S. Pd., M. Pd selaku (Ketua Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Selatan), dan Materi kedua yakni Kebijakan Pemerintah Daerah mengenai pendidikan oleh Bapak Drs. Djasman M. Tanreso, M. Si., M. Pd selaku (Pengawas Madya Dinas Pendidikan provinsi Sulawesi Selatan).




Sosialisasi Kampus KMP PNUP Ke Sekolah - seoklah sekabupaten Pinrang

Kegiatan ini sebenarnya di rangkaikan dengan Sosialisasi Kampus yang telah dilakukan sebelumnya, Sosialisasi ini dilakukan karena melihat masi banyak Siswa/i SMA/SMK Sederajat yang masih belum mengetahui Politeknik Negeri Ujung Pandang( PNUP )
Share:

Wednesday, 26 September 2018

Wallpaper Pesan - Pesan Bijak Bugis


Artinya:

Janganlah engkau membeda-bedakan sikap dan sifatmu terhadap orang yg bersifat dan besikap  baik kepadamu, ataupun bersifat dan bersikap buruk kepadamu. Karena setiap tindakan pasti ada balasannya baik atupun buruknya.

Share:

Follow Us

KMP PNUP. Powered by Blogger.

PPKM Darurat dan Dampaknya terhadap Penanganan Pandemi di Indonesia

  PPKM Darurat dan Dampaknya terhadap Penanganan Pandemi di Indonesia Lonjakan kasus Covid-19 ( Corona Virus Desease 2019 ) yang terjadi d...

Paling Dilihat