Sejak dulu, semua anak yang bersekolah memiliki keinginan untuk
mendapat nilai tinggi. Seakan-akan mendapat nilai tinggi menjamin kita
mendapat pekerjaan dan kehidupan yang layak. Nilai bagaikan puncak
tertinggi dari segala yang dilakukan oleh siswa. Begitupun mahasiswa,
apapun akan mereka lakukan demi mendapat nilai terbaik dari dosen.
Tak
jarang mereka yang memiliki perbedaan pendapat dengan dosen memilih
bungkam dan mengiyakan segala perkataan dosen demi mendapat nilai yang
baik. Mereka biasanya hidup dengan moralitas ketaatan : datang kuliah
tepat waktu, menjawab soal sesuai isi buku, patuh terhadap aturan kampus
yang (kadang) tak masuk akal.
Jika kuliah harus dijalani dengan
ketaatan, maka kita akan terpasung dalam suasana normal yang sudah bisa
ditebak. Ibarat berjalan lurus tanpa melihat kanan atau kiri. Hidup
tanpa ide alternatif. Padahal kreativitas dibutuhkan anak muda untuk
membangun masa depan yang berbeda.
Kreativitas dapat dipacu
dengan memperbanyak pengalaman dan petualangan yang mempertemukan kita
dengan banyak orang. Hal tersebut akan membiasakan anak berfikir dan
bertindak di luar kelaziman. Kampus tak harus memaksa mahasiswa untuk
terus patuh dan loyal karena kepatuhan takkan pernah melahirkan
individu yang kreatif dan loyalitas takkan mungkin memunculkan ide-ide
orisinil.
"Jangan lupa, kegilaan sesekali membuat hidup lebih berwarna, orang-orang yang selalu patuh dan penurut sangat membosankan" ~Paulo Coelhoe~
Mengapa kita butuh pembangkang?
Tidakkah
kau bosan akan pandangan yang selalu meyakini bahwa apa yang sudah
lazim maka itulah kebenaran yang final? Seperti rajin sekolah pasti
pintar. Keyakinan yang tak pernah diperdebatkan ini akan menjalar pada
yang pintar pasti patuh dan yang patuh pasti berhasil.
Janji keberhasilan itulah yang mengundang tiap lembaga pendidikan untuk
menanamkan kepatuhan yang membabi buta. Korbannya tak lain adalah
mahasiswa yang sejak dini punya pandangan naif seperti itu.
Maka
membangkanglah yang positif, yakni yang dapat mebuat perubahan. Itu
dibutuhkan untuk menggali banyak pengalaman. Karena tiap pengalaman yang
menimbulkan sensasi gagasan baru akan membawa pada kreativitas serta
kobaran imajinasi.
Kehidupan mahasiswa hari ini sedang krisis
mahasiswa kritis. Mahasiswa bertindak sesuai tindakan umum yang
dilakukan mahasiswa lain. Tiap orang terpengaruh oleh lingkungan
sekitar. Jika semua patuh, maka individu yang tidak patuh tampak aneh
dan mempertaruhkan masa depan. Sama halnya dengan keyakinan kalau IP
tinggi bisa menjamin masa depan yang layak, padahal banyak sekali riset
membuktikan sebaliknya.
Jadi, apa tugas kuliah yang sebenarnya?
Selama
ini kampus hanya meneguhkan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan
sebagai bentuk sebuah kebajikan. Tugas-tugas sengaja diberikan menumpuk
dengan jangka waktu pendek agar mahasiswa sibuk mengerjakan tugas dan
tak sempat memikirkan cela-cela pemerintahan serta berdemo. Sehingga
hanya sedikit mahasiswa yang berani menentang kebathilan.
Ketidakberanian
itulah yang harus dienyahkan dari dunia pendidikan tinggi. Kampus
seharusnya mendidik kematangan anak muda untuk selalu mempercayai bahwa
pengetahuan yang dikonsumsi bisa menjadi kekuatan yang mengubah tatanan.
Pengetahuan itu landasan untuk mengembangkan minat-minat baru, bukan
doktrin. Maka tugas terdepan kampus adalah mengembangkan watak
intelektual dalam diri mahasiswanya.
Dalam buku Bergeraklah
Mahasiswa (Eko Prasetyo, 2017) dikatakan bahwa watak intelektual itu
dicirikan dalam banyak model: memiliki keberanian untuk mengekspresikan
gagasan-gagasan progresif dengan cara yang lebih komunikatif sekaligus
provokatif. Sanggup untuk mempertahankan ide-ide alternatif dengan cara
apapun dan tetap memelihara 'kebebasan akademik' sebagai landasan
keyakinan bersama.
Pada titik inilah kampus menjadi tempat
dimana 'kecurigaan, kekuatiran, kesangsian' pada negara maupun modal
disuburkan. Pandangan yang kritis, tajam dan berani sebaiknya terus
menjadi kekuatan pengikat kampus dengan masyarakat yang dipinggirkan.
Sebab
posisi kampus bukan melahirkan para 'penguasa' tetapi meluncurkan para
'pembaharu' yang bisa merevolusi sistem sosial dan politik yang kacau
serta beku. Itulah sebabnya kampus butuh rongga baru yang berisi
'kebebasan, keberanian, independensi'.
"Jika kau tidak menyibukkan diri untuk memperbaharui diri maka kau akan disibukkan oleh kehancuran" ~Steve Jobs~
Hidup Mahasiswa!
Sumber : https://www.kompasiana.com/dayangncr/5a9edd49caf7db2e8f3855e3/kampus-kita-butuh-pembangkang-yang-positif